menggapai.info – Karyawan dalam melakukan pekerjaannya harus memiliki komitmen karena jika tidak, maka tujuan lembaga kependidikantersebut tidak akan tercapai seperti yang tercantum pada visi dan misi dari lembaga kependidikan tersebut.

Baca Juga  Menggapai Informasi Dampak Stress Pada Karyawan

Pada praktiknya justru kadang sebaliknya komitmen terhadap organisasi sangat tidak diperhatikan oleh lembaga kependidikan. Pihak lembaga kependidikan hanya mementingkan keuntungan yang didapat dari hasil kerja karyawannya. Sikap dari pengelola lembaga kependidikan ini membuat banyak karyawan yang bekerja menjadi bermalas-malasan dalam bekerja, dengan kata lain komitmen kerja berkurang.

Seorang karyawan yang memiliki komitmen tinggi terhadap organisasi (lembaga kependidikan) diharapkan memi-liki keinginan untuk bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan organisasi dan hasrat yang lebih besar untuk tetap berada dalam lembaga kependidikan.

Komitmen organisasi terbentuk dari adanya keyakinan dan penerimaan terhadap nilai dan tujuan dari organisasi. Komitmen organisasi ini wajib dimiliki oleh setiap karyawan yang bekerja di suatu organisas (lembaga kependidikan).

Komitmen ini bertujuan untuk mengikat karyawan dari segi tanggungjawabnya terhadap lembaga kependidikan tempatnya bekerja. Komitmen organisasi menjadi titik berat dalam organisasi (lembaga kependidikan) yang akan memutuskan pekerja tetap beradapada organisasi atau tidak.

Komitmen bukan hanya sekedar do the difine jobs (mengerjakan tugas), melainkan go the extra miles beyond the call of duties (melampaui tugas yang diberikan), sehingga karyawan tersebut dapat “memberi”. Komitmen organisasi dikaji lebih dalam khususnya dalam bidang psikologi industri dan organisasi karena semakin berkembangnya komitmen di dalam diri seorang individu, maka akan semakin berkurangnya gejala-gejala yang sifatnya negatif.

Gejala-gejala tersebut seperti pemogokan kerja karyawan, demonstrasi karyawan, angka bolos kerja, rasa tidak bergairah dalam bekerja dan turnover. Rendahnya komitmen organisasi seorang karyawan mencerminkan kurangnya tanggungjawab seorang karyawan terhadap lembaga kependidikan tempatnya bekerja.

Salah satu faktor lain yang mungkin mempengaruhi komitmen organisasi adalah keterlibatan kerja (job involvement). Keterlibatan kerja dalam beberapa penelitian merupakan salah satu bentuk seorang karyawan memiliki komitmen kerja terhadap lembaga kependidikan tempatnya bekerja.

Karyawan yang dengan kepribadian proaktif dan persepsi dukungan organisasional secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kepuasan kerja melalui keterlibatan kerja. Salah satu faktor juga yang juga mungkin mempengaruhi komitmen organisasi adalah spiritualitas kerja. Spirtualitas kerja juga dipertimbangkan karena merupakan bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kepribadian
individu.

Baca Juga  Menggapai Informasi Latihan Kebugaran Aerobik untuk Anak

Komitmen organisasi adalah suatu kondisi yang ditinjau secara psikologis dimana seseorang karyawan memihak organisasi tempatnya bekerja serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tempatnya bekerja. Hal ini bisa terjadi karena keterlibatan kerja yang tinggi berarti seseorang individu memihak pada pekerjaan tertentu, sementara komitmen kerja karyawan yang tinggi berarti memihak organisasi (lembaga kependidikan) yang merekrut individu tersebut. Pada kondisi seperti ini diperlukan juga sebuah iklim kerja yaitu spritualitas di tempat kerja yang dapat membentuk suatu perilaku keterlibatan kerja karyawan.

Komentar Anda