Pendidikan karakter semata-mata merupakan bagian dari pembelajaran yang baik dan merupakan bagian yang fundamental dan pendidikan yang baik. Pendidikan karakter sebagai upaya yang sungguh-sungguh untuk membantu seseorang memahami, peduli, dan bertindak dengan landasan inti nilai-nilai
etis.

Pendidikan karakter dapat pula dimaknai sebagai upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil. Pendidikan karakter juga dapat dimaknai sebagai suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.

Jadi pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga, serta rasa dan karsa. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik- buruk, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam
kehidupan sehari-hari.

Karakter yang identik dengan nilai, etika dalam mewujudkan kebaikan akan beralih menjadi proses penghancuran karakter karena terdapat perubahan makna. Perubahan makna itu dapat berupa perubahan konsep dan atau perubahan nilai rasa. Contoh perubahan makna yang berkaitan dengan konsep adalah berubahnya makna leksem tangan dari kata umum menjadi istilah.

Tangan sebagai kata umum bermakna ‘bagian tubuh mulai dari pangkal ketiak sampai dengan ujung jari’ sedangkan tangan sebagai istilah dibidang kedokteran bermakna ‘bagian tubuh mulai dari pergelangan tangan sampai dengan ujung jari’.

Komentar Anda
Baca Juga  Menggapai Informasi Pendidikan Menumbuhkan Kreativitas Anak