menggapai.info – Kata kreativitas bukanlah kata baru yang ada dalam pendengaran kita, bahkan kata ini sudah sering kita dengar dan kita pakai, namun demikian, sebenarnya tidak mudah untuk merumuskan pengertian kreativitas itu. Di bidang psikologi sendiri ada banyak rumusan kreativitas yang sudah dibuat. Di antara mereka ada yang mendefinisikan kreativitas dengan; aktivitas kognitif yang menghasilkan cara-cara baru dalam memecahkan masalah.

Baca Juga  Menggapai Informasi Pendidikan Karakter

Kreativitas adalah potensi seseorang untuk menghasilkan karya atau ide yang orisinal. Ada yang mendefinisikan kreativitas adalah kemampuan seseorang menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda baik berupa hasil yang dapat dinilai maupun berupa ide yang menghasilkan karya cipta baru.

Kreativitas adalah kemampuan berpikir beragam yang ditandai dengan Fluenci atau ide-ide yang mengalir lancar, fleksibel atau memikirkan berbagai macam pemecahan masalah, atau mencari hal baru yang belum pernah ada. Bila orang tua terbiasa melarang tanpa memberikan solusi berarti bukan orang tua yang kreatif. Ketika harus melarang maka akan orang tua berikan alasan yang logis pada anak-anak. Karena biasanya bila anak dilarang maka akan muncul rasa ingin tahu. Namun apabila orang
tua tidak memuaskan rasa ingin tahu anak, maka ia akan mencari tahu sendiri dan bila tanpa pendampingan akan berbahaya.

Kreativitas merupakan buah dari pola pikir yang kreatif, yaitu kemampuan untuk melihat hal yang baru sesuatu yang tampaknya lumrah. Seorang anak yang kreatif misalnya, ia mampu melihat pelepah pisang bukan hanya sebagai batang pisang tetapi juga sebagai bahan untuk main-mainan. Oleh karenanya anak itu bisa disebut kreatif karena dapat melihat hal yang biasa kemudian ia dapat berbuat yang di luar kebiasaan anak para umumnya.

Kreativitas dibutuhkan oleh manusia untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas harus dikembangkan sejak dini. Banyak keluarga yang tidak menyadari bahwa sikap orang tua yang otoriter terhadap anak akan mematikan bibit-bibit kreativitas anak, sehingga ketika menjadi dewasa hanya mempunyai kreativitas yang sangat terbatas.

Terdapat sebuah pertanyaan apakah orang tua harus mengajarkan kreativitas kepada anaknya? Jawabannya adalah, tidak ada sarana, pendidikan, atau kurikulum yang bisa mengajarkan anak menjadi kreatif. Kreativitas tidak bisa diajarkan seperti kita mengajarkan kemampuan menghitung atau membaca.

Kreativitas bukanlah suatu materi ajar yang bisa diberikan kepada anak, yang setelah diberikan anak akan mampu melakukan sesuatu yang diajarkan. Ini disebabkan karena, dalam kreativitas terkandung unsur kebaruan dan keunikan sehingga kreativitas lebih mirip dengan cara pandang.

Baca Juga  Menggapai Informasi Fakta Unik tentang Tanaman

Seperti halnya kecerdasan, semua anak pasti memiliki kreativitas. Hanya saja masing-masing anak memiliki tingkat kreativitas yang berbeda-beda. Kecerdasan dan kreativitas pada dasarnya dapat berjalan seiring. Akan tetapi, berbeda dengan kecerdasan, kreativitas anak tidak dapat berkembang apabila anak tumbuh dalam lingkungan otoriter, di mana segala sesuatu yang dilakukan anak harus sesuai dengan aturan tertentu. anak yang menghadapi situasi seperti ini dalam waktu yang lama, baik di rumah maupun di sekolah, tidak akan memiliki kebebasan untuk berkarya dan kreativitasnya tidak akan berkembang.

Komentar Anda