menggapai.info – Pendidikan ramah anak adalah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif (condusive learning community) sehingga anak dapat belajar dengan efektif di dalam suasana yang memberikan rasa aman, penghargaan tanpa ancaman, dan memberikan semangat.

Baca Juga  Menggapai Informasi Peranan Ayah dalam Pendidikan Anak

Pendidikan ramah anak adalah pendidikan yang anti diskriminatif, menerapkan PAIKEM, perhatian dan melindungi anak, lingkungan yang sehat, serta adanya partisipasi orang tua dan masyarakat. Disamping itu, sekolah ramah anak tidak menekan, memaksa, dan mengintimidasi anak sehingga anak memiliki kemerdekaan memilih belajar dan mengembangkan potensinya dengan senang dan riang.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Aqib bahwa model sekolah ramah anak lebih banyak memberikan prasangka baik kepada anak, guru menyadari tentang potensi yang berbeda dari semua peserta didiknya sehingga dalam memberikan kesempatan kepada siswanya dalam memilih kegiatan dan aktivitas bermain sesuai minatnya.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan ramah anak merupakan proses bagaimana seorang anak bisa bersemangat, antusias, dan berbahagia dalam mengikuti pelajaran dikelas, bukannya terbebani dan menjadikan belajar di sekolah sebagai momok yang menakutkan. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan pengetahuan dengan baik, mengikuti pembelajaran dengan nyaman dan aman.

Pola pendidikan berbasis ramah anak yaitu suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memperlakukan anak sebagai subyek yang hidup, punya hak berekspresi, hak menikmati kegembiraan, hak bermain, hak berkomunikasi inklusif, dan hak berdemokratisasi. Dalam hal ini pendidikan ramah anak itu tidak hanya terfokus pada penyelenggaraan proses pembelajaran yang menihilkan (menghilangkan) praktik radikalitas atau gaya represif terhadap anak didik, tetapi juga terhadap setiap kebijakan dari pengelola pendidikan yang membuatnya kehilangan hak-hak fitri atau fundamentalnya sebagai subjek pendidikan.

Bahwa sekolah ramah anak adalah sebuah konsep sekolah yang terbuka, berusaha mengaplikasi pembelajaran yang meperhatikan perkembangan psikologis siswanya. Mengembangkan kebiasaan belajar sesuai dengan kondisi alami dan kejiwaan anak.

Pendidikan ramah anak adalah pola pendidikan yang menggunakan perspektif gender, yaitu model pendidikan yang meniscayakan keadilan,baik laki-laki maupun perempuan. Artinya, penanaman nilai dalam proses pendidikan anak ditekankan pada pemahaman bahwa sifat-sifat feminisme dan sifat-sifat maskulin memiliki nilai yang sama pentingnya dalam kehidupan sosial. Pendidikan yang berkeadilan gender ini sebaiknya dimulai sejak anak-anak masih kecil,bahkan bayi. Hal ini berarti bahwa seorang anak dituntut untuk kritis dan tidak membedakan jenis kelamin. Pengertian disini lebih condong ke keadilan manusia yang berasakan gender dan hak asasi manusia.

Baca Juga  Menggapai Informasi Peranan Ayah dalam Pendidikan Anak

Perbedaan pendapat yang dikemukakan oleh para pakar tersebut merupakan suatu hal yang wajar karena dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang, baik dari pendidikan, sosiologis maupun sudut pandang yang digunakan oleh para pakar tersebut.Dari beberapa pengertian diatas maka pendidikan ramah anak ini dapat disimpulkan sebagai pendidikan yang mengedepankan lingkungan belajar yang ramah, aman, nyaman dan penuh kasih sayang yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dan pembentukan karakter anak tanpa adanya diskriminasi.

Komentar Anda