menggapai.info

Konflik berdarah di Lampung bukan merupakan hal baru. Sejak zaman Orde Baru sudah banyak catatan-catatan sejarah tentang kekerasan yang terjadi di tanah Sang Bumi Ruwa Jurai, seperti yang terjadi pada tahun 1989 di Dusun Talangsari, Desa Rajabasa Lama, Kota Administratif Metro, Lampung Tengah yang kemudian lebih dikenal dengan “Tragedi Talangsari”.

Tragedi ini melibatkan rakyat sipil, organisasi radikal, dan tentara. Kejadian yang memakan korban tewas hingga 185 orang serta ratusan orang lainnya terluka dan ditahan. Tragedi ini merupakan bentuk arogansi pemegang tampuk kekuasaan terhadap mayarakatsipil yang berkedok penegakan hukum terhadap gerakan pengacau keamanan, separatisme, kelompok-kelompok masyarakat tertentu, dalam upaya meluruskan agama sesuai dengan koridornya, namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya di mana kekuasaan dan agama dijadikan sebagai alat politik untuk tujuan tertentu yang justru memakan korban di pihak sipil.

Selain dipicu oleh perbedaan identitas etnik, budaya, dan sentimen agama,konflik di Lampung juga sering dipicu oleh faktor ekonomi berupa sengketa lahanseperti pada kasus Mesuji. Konflik ini berawal dari pengumpulan sertifkat tanah warga di Desa Sritanjung, Nipah Kuning, dan Kagungan oleh perusahaan PT. Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) dan PT.Silva Inhutani pada tahun 1993. Kemudian para petani dijanjikan menjadi petani plasma. Namun, belakangan perusahaan mengklaim jika tanah itu milik mereka. Warga tidak bisa lagi bercocok tanam di tanahnya, padahal ratusan warga ketiga desa itu sudah turun temurun mendiami kawasan tersebut. Mereka hidup mengandalkan buah-buahanseperti durian, duku, dan tanaman tahunan lainnya. Setelah lahan beralih kepemilikian, sebagian besar penduduk desa terjerat kemiskinan dan tidak memiliki sumber penghasilan tetap.

Pelanggaran-pelanggaran tersebut kemudian memicu protes bertahun-tahun, sehingga menyebabkan bentrok antara warga dengan pihak perusahaan dan aparat, yang ujungnya menimbulkan korban jiwa.

Komentar Anda
Baca Juga  Menggapai Informasi Sejarah Satelit Palapa